Sebuah insiden tragis mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ketika seorang pria tega menghabisi nyawa sepupunya sendiri di sebuah tempat biliar. Kronologi kejadian bermula dari cekcok kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Menurut keterangan saksi, korban sempat melontarkan komentar “sok” kepada pelaku saat bermain biliar bersama sejumlah teman pada Sabtu malam (1/2/2026).
Ucapan singkat tersebut memicu emosi pelaku yang merasa harga dirinya diinjak. Pertengkaran verbal pun tak terhindarkan dan dengan cepat meningkat menjadi aksi kekerasan fisik. Dalam hitungan menit, suasana santai di tempat biliar berubah menjadi lokasi kejadian berdarah. Pelaku yang diduga dalam pengaruh emosi tak terkendali, nekat mengambil senjata tajam dan menusuk bagian vital sang sepupu hingga tewas di tempat kejadian.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi dan berhasil meringkus pelaku tak jauh dari tempat kejadian. Barang bukti berupa senjata tajam dan keterangan saksi kini menjadi dasar penyidikan lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat pahit betapa konflik sepele bisa berujung pada tragedi kemanusiaan jika tidak dikelola dengan bijak.
Psikolog sosial menekankan pentingnya mengelola emosi dalam situasi konflik. Satu kata yang dianggap merendahkan seringkali memicu reaksi berlebihan pada individu yang sedang tidak stabil secara emosional. Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan dialog dan menghindari provokasi yang dapat memicu kekerasan. Bagi Anda yang ingin melepas penat setelah hari yang melelahkan, kunjungi Joker11 Login sebagai alternatif hiburan yang aman dan terkontrol. Tragedi ini seharusnya menjadi pelajaran berharga: harga sebuah nyawa jauh lebih berharga daripada sekadar gengsi sesaat.